Pertanyaan yang sering diajukan
Jawaban seputar lahan dan kepemilikan, konstruksi dan garansi, pengelolaan setelah serah terima, pendapatan dan penggunaan oleh pemilik, serta alur pembelian.
Status hukum dan kepemilikan
Fondasi aset: lahan, izin, status kepemilikan, dan kepatuhan sewa.
Bagaimana saya dapat memastikan bahwa lahan sebuah proyek memiliki zonasi pariwisata yang tepat?
HQC sendiri memeriksa zonasi pada tahap akuisisi lahan — termasuk pemeriksaan silang batas lahan sebanyak tiga kali terhadap data pertanahan nasional (BPN) serta penyelesaian setiap selisih dengan pemilik lahan di sekitarnya sebelum konstruksi dimulai. Zonasi Satori dan Bloom telah dikonfirmasi sebagai lahan kelas hotel (KBLI 55193). Aravita berada di zona hunian jangka panjang.
Apa itu PBG, dan mengapa perlu diperiksa sebelum membeli?
PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) adalah izin bangunan yang menegaskan bahwa sebuah proyek telah lolos pemeriksaan pemerintah sebelum konstruksi dimulai.
Apa yang terjadi ketika masa sewa berakhir, dan bagaimana cara perpanjangannya?
Mekanisme perpanjangan sewa lahan adalah salah satu kriteria utama saat memilih proyek. Karena itu, departemen hukum kami menyepakati prosedur perpanjangan leasehold yang transparan dan terjamin dengan pemilik lahan sejak awal, pada tahap persiapan proyek.
Setiap proyek HQC menjamin perpanjangan sewa minimal 30 tahun dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya. Kewajiban ini dicatat dalam Master Lease Agreement yang dibuat di hadapan notaris dan terbuka untuk diperiksa. Bila diperlukan, spesialis kami akan menjelaskan ketentuannya dan menunjukkan pasal-pasal yang mengatur prosedur perpanjangan.
Apakah properti dapat disewakan jangka pendek secara legal, dan apa yang berubah pada 2026?
Dengan izin yang dipersyaratkan, properti dapat disewakan jangka pendek secara legal. Sejak 2026, Indonesia memperketat persyaratan untuk menayangkan properti di Airbnb dan Booking: kini diperlukan NIB terdaftar dan izin wajib lainnya untuk beroperasi. Sejak awal, semua proyek HQC dilengkapi paket perizinan yang lengkap, termasuk PBG, zonasi pariwisata yang sesuai, dan landasan hukum untuk sewa jangka pendek yang sesuai aturan.
Konstruksi, kontrol kualitas, dan garansi
Bagaimana properti dibangun, siapa yang memeriksanya, dan apa yang dijamin oleh perusahaan.
Bagaimana HQC mengendalikan kualitas di setiap tahap konstruksi, dan siapa yang memeriksanya?
Keputusan struktural yang penting melalui peninjauan tambahan oleh insinyur spesialis. Untuk beton, siklus curing 10 hari dikendalikan: komposisi campuran, teknologi pengecoran, perawatan selama curing, dan waktu pembongkaran bekisting. Lokasi proyek diperiksa 2–3 kali sehari, dengan pengawasan teknis rutin serta dokumentasi foto dan video pada tahap-tahap penting. Sistem mekanikal dan elektrikal (listrik, air, drainase) diuji oleh departemen internal kami di setiap tahap konstruksi.
Bisakah saya mengunjungi lokasi konstruksi secara langsung sebelum membeli?
Ya. Setiap proyek HQC dapat dikunjungi pada hari apa pun, dengan membuat janji terlebih dahulu.
Garansi apa yang diberikan HQC untuk struktur dan finishing?
Vila — 10 tahun untuk struktur penahan beban dan struktur kolam renang, 12 bulan untuk finishing.
Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah?
HQC adalah pengembang siklus penuh (lahan → desain → konstruksi → perabotan → serah terima kepada manajemen merek), sehingga perusahaan sendirilah yang bertanggung jawab atas konstruksi dan garansi — bukan kontraktor.
Pengelolaan properti setelah serah terima
Siapa yang menjalankan properti, apa yang ditangani merek, dan apa yang tetap ditangani secara internal.
Siapa yang mengelola properti HQC — merek hotel atau perusahaan sendiri?
Di semua properti kecuali Bloom, pengelolaan ditangani oleh HQC sendiri. Pengelolaan penuh oleh operator hotel hanya berlaku di Bloom. Di properti lainnya, merek beroperasi dengan model waralaba, atau pengelolaan dilakukan secara internal.
Apa yang ditangani operator hotel setelah serah terima?
Tidak ada satu templat baku: setiap properti memiliki perjanjiannya sendiri, dan ketentuannya sangat berbeda. Sebagian berjalan dengan waralaba, sebagian lain dengan pengelolaan penuh — tidak ada dua perjanjian dengan ketentuan yang sama.
Logika umumnya begini: operator bertanggung jawab atas merek, standar layanan, dan arus tamu, sedangkan pengelolaan operasional properti tetap berada di tangan HQC.
Mengapa HQC tetap mengelola operasional secara internal alih-alih menyerahkannya kepada operator?
Kecuali Bloom, kami tidak menyerahkan pengelolaan kepada operator: properti berjalan dengan skema waralaba. Operator mendatangkan tamu; seluruh operasional kami tangani sendiri. Hal ini memberi kami empat keuntungan:
- Distribusi dan biaya akuisisi tamu. Operator adalah pemain besar dengan ketentuan khusus di agen perjalanan daring (OTA) dan biro perjalanan. Dengan beroperasi di bawah merek mereka, kami mendapatkan akses ke ketentuan tersebut beserta potongan biaya akuisisinya.
- ADR yang lebih tinggi. Merek internasional menaikkan tarif rata-rata harian (ADR), yang secara konsisten lebih tinggi dibanding properti tanpa merek.
- Program loyalitas. Setiap operator memiliki programnya sendiri: program ini mendatangkan tamu yang kembali dengan ketentuan istimewa dan mengisi properti secara langsung.
- Kendali anggaran. Dengan mengelola operasional sendiri, kami dapat mengatur seluruh anggaran dan memantau biaya operasional, sementara operator mengawasi kepatuhan terhadap standar dan kualitas layanan. Kombinasi keduanya memberikan hasil terbaik.
Apa yang harus saya lakukan jika ada yang perlu diperbaiki setelah serah terima — siapa yang harus saya hubungi?
Anda tidak perlu menghubungi siapa pun — perusahaan pengelola yang menanganinya. Prosedur pastinya bergantung pada kompleksnya, tetapi pendekatan dasarnya sama: properti berada dalam operasional sewa, kami memantau kondisi di dalamnya secara menyeluruh, dan kami sendiri yang melakukan perbaikan. Biasanya, pemilik bahkan tidak pernah tahu ada kerusakan — karena kerusakan itu sudah diperbaiki.
Selain itu, model keuangan setiap properti mencakup alokasi untuk penyusutan. Alokasi ini menanggung perbaikan rutin sekaligus penggantian furnitur yang terencana di masa mendatang.
Pendapatan dan penggunaan oleh pemilik
Apa yang diterima pemilik, dan bagaimana pemilik dapat menggunakan unitnya sendiri.
Bagaimana pendapatan dibagikan di antara para pemilik unit?
Di semua properti kecuali Aravita, berlaku sistem pooling penuh. Seluruh pendapatan dari kumpulan kamar dalam satu kategori (misalnya kamar standar) digabungkan, biaya operasional dikurangkan, lalu hasilnya dibagi dengan jumlah unit di hotel tersebut.
Bisakah saya menggunakan vila sendiri selama vila disewakan, dan berapa hari dalam setahun?
Ketentuannya berbeda untuk setiap properti, tetapi aturan umumnya begini: pemilik dapat menginap di unitnya hingga 30 hari per tahun dan menanggung seluruh biaya selama masa menginap. Ketentuan tersendiri berlaku di Aravita.
Pembelian: proses, dokumen, jangka waktu
Bagaimana transaksi berjalan — dari kontak pertama hingga serah terima dan kemungkinan penjualan kembali.
Bisakah saya membeli dari jarak jauh, tanpa datang langsung ke Bali?
Sekitar 80% transaksi diselesaikan sepenuhnya dari jarak jauh; sekitar 20% melibatkan pertemuan langsung. Sebagian besar investor memilih membahas detail hukum dan keuangan dalam format yang paling nyaman bagi mereka, lalu menyelesaikan transaksi dari jarak jauh. Kehadiran langsung tidak diwajibkan — sepenuhnya merupakan pilihan investor.
Rata-rata berapa lama seluruh prosesnya — dari pertanyaan pertama hingga kepemilikan?
Biasanya, proses dari perkenalan pertama dengan proyek hingga penutupan transaksi memakan waktu hingga dua minggu. Dalam waktu tersebut, investor mempelajari dokumen kontrak dan model keuangan, mendapatkan jawaban atas setiap pertanyaan hukum, teknis, dan konseptual, lalu mengambil keputusan investasi yang matang.
Dokumen apa saja yang diterima pembeli di setiap tahap transaksi?
Investor menerima satu set lengkap dokumen yang mencakup seluruh transaksi:
- perjanjian leasehold yang didaftarkan pada notaris Indonesia;
- perjanjian konstruksi dengan pengembang;
- perjanjian dengan perusahaan pengelola atau operator hotel;
- faktur dan kuitansi yang mengonfirmasi setiap pembayaran terjadwal;
- dokumen yang mengonfirmasi serah terima properti setelah konstruksi selesai.
Dokumen dapat ditandatangani dalam bentuk cetak atau secara elektronik dengan tanda tangan elektronik.
Bisakah properti dijual kembali sebelum konstruksi selesai atau setelah serah terima — adakah batasannya?
Pengembang tidak memberlakukan batasan apa pun atas pengalihan hak maupun penjualan kembali properti. Investor dapat menjual unit selama masa konstruksi — setelah angsuran pertama sesuai jadwal pembayaran dilunasi — maupun setelah properti mulai dioperasikan. Keputusan untuk menjual sepenuhnya berada di tangan investor dan hanya bergantung pada strategi investasinya.
Apa yang terjadi jika tanggal penyelesaian mundur — apakah ada kompensasi?
Jika pengembang melanggar tenggat penyelesaian yang ditetapkan dalam kontrak, investor berhak atas kompensasi berupa denda untuk setiap hari keterlambatan. Besaran dan tata cara perhitungannya diatur dengan jelas dalam kontrak. Biasanya, kompensasi tersebut tidak kurang dari 5% per tahun.